Sabtu, 29 Juli 2017

Menang Tapi Tidak Menang

Menang memang menyenangkan,
tapi tidak dengan harga apapun.
Berhati-hatilah,
jangan sampai menginjak-injak orang lain.
(Elliza Efina, 05/04/2015)

Aku pernah menuliskan kalimat tersebut. Di twitter. Tepatnya pada pukul 12:51.
Entah. Waktu itu ada sesuatu yang kupikirkan, tapi aku lupa.

Banyak hal rumit di dunia ini. Banyak hal janggal dan terkadang tidak masuk akal. Banyak hal sederhana namun dibuat sulit. Banyak hal menyakitkan yang diabaikan. Banyak hal membahagiakan yang sekejap saja. Banyak hal absurd dan tidak mampu otak ini mencernanya.

Beberapa orang menginginkan suatu kemenangan, namun dengan cara yang salah: jalan pintas. Tidak menyukai proses yang membutuhkan waktu lama, tidak bersusah-payah dalam memperjuangkan, dan tidak mempedulikan kepentingan, perasaan, serta pengorbanan orang lain. Ya, namanya saja mau menang sendiri.

Jalan pintas itu memang menggoda. Peduli setan dengan orang lain. Orang lain rugi, kesakitan, menjadi korban, bukan jadi urusan. Enak sekali, ya? Menang dengan keji. Menang dengan menginjak-injak orang lain. Akan tetapi, bagaimana bisa kita melakukan itu? Di manakah hati nurani? Sudah matikah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar