Minggu, 11 Maret 2012

rokok !


Kanker paru merupakan penyebab paling umum dari kematian akibat kanker pada pria dan penyebab kedua setelah kanker payudara pada wanita. Di tahun 2003, sekitar 160.000 penduduk Amerika meninggal dunia akibat kanker paru. Sekitar 290.000 lainnya meninggal akibat semua yang berhubungan dengan ROKOK. Di tahun 2007, diperkirakan 1,5 juta kasus kanker paru terdiagnosis di seluruh dunia.
Merokok (aktif-pasif) merupakan penyebeb utama kanker paru. Fakta menunjukkan, 1 dari 3 perokok hidupnya memendek akibat MEROKOK dan 1 dari 15 perokok akan berkembang menjadi kanker paru. Hanya 20% dari penderita yang terdiagnosis kanker paru akan bertahan hidup satu tahun setelah diagnosis ditegakkan.
Pada BUKAN PEROKOK, terdapat beberapa factor risiko pemicu kanker paru. Misalnya, wanita lebih berisiko (1,2-1,7 kali) daripada pria, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), terpapar rokok tembakau (dan hasil olahannya) dari pasangan/lingkungan (minimal 40 pak/tahun), terpapar gas radon, asbestos, berilium, nikel, tembaga, krom, cadmium, silikosis, uap diesel, memasak sambil membakar (minimal 21 tahun), riwayat keluarga menderita kanker (termasuk kanker paru). Inilah penjelasan mengapa BUKAN PEROKOK juga dapat menderita kanker paru.
Penderita kanker paru umumnya batuk yang tidak reda dengan obat dokter, batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, merasa tidak nyaman di dada, berat badan cepat turun, dan selera makan turun. Dapat disertai/tanpa demam. Di leher bagian bawah terdapat benjolan. Muka bengkak. Nyeri yang menjalar ke tangan. Terdapat pembesaran kelenjar getah bening di atas tulang selangka, leher, dan ketiak.
Kanker paru dapat menyebar ke berbagai organ tubuh seperti pleura, hati, rongga perut, tulang, sumsum tulang, kulit, kelenjar getah bening, dan otak. Bila menyebar ke hati, dijumpai nyeri perut dan pembesaran hati. Bila menyebar ke otak, ditemukan nyeri kepala, kejang, dan paresis (kelumpuhan ringan).
Pencegahan kanker terutama dilakukan dengan cara BERHENTI MEROKOK dan MENGHINDARI TERPAPAR ASAP ROKOK. Diet buah-buahan dan sayuran dapat menurunkan risiko kanker paru.
Dengan pencegahan dan penatalaksanaan terpadu, tentu kanker paru dapat teratasi dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar