Steak lagi. Yeayyyyyy!
Belum komplit keliling Klaten buat nyobain warung-warung steak yang ada di kota dengan slogan Klaten Bersinar kalo belum mampir di warung steak ini. Kali ini aku menyasarkan diri ke Jalan Mayor Kusmanto, Sekarmulyo, Sekarsuli, Klaten Utara. Ada tanda besar bertuliskan ZONA STEAK. Warung steak ini ada di sebelah selatannya Bakso Cleo. Kalo jalan ke arah selatan lagi, ntar bakalan nemuin Papringan Resto, Soto Seger Mbok Giyem, dan Bakso Bu Yoso.
Ternyata warung steak ini punya banyak cabang di Solo, Sukoharjo, Sragen, dan Karanganyar. Daripada jauh-jauh ke sana, lebih baik sambangi yang deket aja, yekaaannnnn? Wkwkwkk~
Es Jeruk
Sebagai permulaan, aku buka dulu dengan segelas es jeruk yang menyegarkan kerongkongan. *srupuuuuutttt*
Es jeruknya yah standar jeruk nipis peras lah ya, seger pokoknya. Dan, manis. Cocok sebagai penetralisir daging-dagingan steak yang bakalan dikonsumsi. *ya padahal masih tebelan tepung crispy-nya sih*
Segelas gini cuma 3K lohhhhh.
Oke! Without any further do, langsung aja kita ulas bagian utamanya: steak!
Sirloin Steak
Sirloin adalah daging sapi bagian luar yang terletak di bawah iga sapi dan bagian luar tenderloin. Di sini tentu irisannya tipis banget dan lebih tebel tepung crispy-nya, tapi nggak menghilangkan rasa khas daging sapinya. Disajikan dalam kondisi benar-benar panas dan matang. Sausnya langsung disiramkan, jadi kita nggak menyiramkan saus secara mandiri sesuai selera. Pelengkapnya ada buncis, kentang, dan wortel. Daging sapinya bener-bener dimasak dengan tingkat kematangan well done, jadi agak alot dan nggak juicy. Lagian ketutup dengan tepung crispy. Dengan 12K udah bisa menikmati seporsi sirloin steak yang mengenyangkan ini.
Chicken Steak
Es Teh
Kentang Goreng
Chicken steak, es teh, dan kentang goreng ini jadi satu paket, namanya Paket Zona. Langsung dapet satu paket gitu dengan harga 14K. Udah komplit tuh dan kenyang. Chicken steaknya sih standar juga, daging ayamnya matang sampe ke dalem, dan tepung crispy-nya tebel. Gurihnya masih terasa. Sausnya pun sama seperti sirloin steak, udah disiram langsung tanpa kita harus menyiramnya secara mandiri. Disajikan juga pas panas-panasnya, jadi enak aja gitu.
Untuk es teh, sama kayak es jeruk yaaaa, rasanya standar minuman ini pada umumnya. Dan, tentunya menyegarkan. Ini kan minuman sejuta umat. Siapa sih yang nggak hafal sama rasa es teh ataupun es jeruk? Hellooooowww~
Kentang gorengnya ini sebagai pengganti nasi yang include dalam Paket Zona ini, jadi kita bisa pilih, mau kentang goreng atau nasi. Begitu.
Pelayanannya termasuk rata-rata lah, nggak yang lama banget atau cepet banget. Tempatnya nggak begitu cozy. Ada bagian lesehan dan meja-kursi gitu. Minusnya lagi, tidak ada wifi, teman-teman. Sudahlah. Bagi yang berharap pengen nongkrong cantik sambil nye-teak dan memanfaatkan koneksi internet yang yahud, tempat ini bukan pilihan tepat. Kecuali kalau one day Zona Steak bakal pasang wifi sih. Heheheheh~
Lahan parkirnya kurang luas, pas banget di tepi jalan. Tapi, tenang. Ada tukang parkirnya.
Yak!
Segitu dulu ulasan dariku mengenai warung steak yang ada di Klaten. Berikutnya kita sambung yaaaa di ulasan-ulasan mengenai tempat makan yahud lainnya di Klaten. See you on my next post, guys!
Memiliki teman itu menyenangkan. Memiliki teman dekat adalah sebuah anugerah. Memiliki sahabat yang benar-benar dekat, akrab, dan mampu memahami diriku luar dalam adalah kado istimewa dari Tuhan yang harus disyukuri sebanyak-banyaknya. Semakin bertambah usia, semakin aku menyadari bahwa keberadaan sahabat itu sama pentingnya dengan hubungan percintaan dengan kekasih. Aku memahami bahwa semakin dewasa usiaku, semakin kecillah lingkaran persahabatanku. Tapi, boleh jadi semakin luas lingkaran pertemananku. Sahabat dan teman adalah dua hal yang berbeda. Teman bisa selalu ada di saat aku sedang diliputi kebahagiaan, kesenangan, suka cita, tetapi belum tentu menyediakan pundaknya untukku bersandar di saat aku sedang sedih, malang, dan rapuh. Sahabat? Bisa melakukan keduanya. Di saat sedih senangku, jatuh bangunku, tangis tawaku, sahabat selalu ada.
Aku memiliki seorang sahabat, sebut saja Fera. *ya karena namanya emang Fera, hello*
Kami bersahabat sejak kami duduk di bangku SMA dan sekarang usia kami sudah menginjak quarter life. Quarter life crisis kalau orang lain bilang. Krisis status. Usia rawan yang masih masuk masa-masanya merintis karir, membangun hubungan serius dengan lawan jenis, menekuni hobi, memaksimalkan masa produktif, dan sebagainya. Ah, tapi kami lalui itu semua dengan lapang hati. *quote bijak pun muncul ke permukaan*
Suatu ketika kami memutuskan untuk bertemu di sela waktu luang, siang hari, tepat jam makan siang. Liberica Coffee menjadi pilihan kami. Liberica yang berada di hotel Alila Solo ini lokasinya cukup strategis. Beralamat di Jalan Slamet Riyadi No. 562 Jajar, Laweyan, Solo.
Di siang hari yang lumayan panas itu, kami sama-sama memesan minuman berupa es dan pilihan kami sama pula: Iced green tea latte. Kenapa mesti sama sih, Fer? -_____-
Semacam terbius dengan atmosfer yang cukup panas barangkali, jadi kami memutuskan untuk mengonsumsi minuman yang sama. Sama sekali tidak terpikir olehku untuk mencicipi kopi mumpung ada di coffee shop gitu yah padahal. *yaudahlahya*
Satu tegukan green tea latte belum memuaskan dahaga. Dua hingga empat tegukan cukup untuk membasahi kerongkongan yang kering karena pengaruh cuaca yang panas di luar ruangan. Segelas green tea latte ini bisa bikin kembung kalau sebelumnya lambung sudah terisi dengan berbagai makanan atau minuman. Kami pun ngobrol pelbagai macam topik di sela-sela menikmati tegukan iced green tea latte yang dibandrol IDR 45.879 per gelas. Mulai dari obrolan ringan semacam 'gimana orderan makeup-nya baru-baru ini' dan 'pesanan snack buat pertemuan ibu-ibu sebanyak apa' sampai hal imajinatif seperti cara menyiasati waktu untuk meeting up berempat dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan di saat (kemungkinan) kami sudah diamanahi kehidupan pribadi seperti punya suami dan anak-anak (FYI, kami ini squad yang terdiri atas empat wanita).
Iced Green Tea Latte
Obrolan pun berlanjut sampai tahap yang - bisa jadi sangat - serius dan genting, yaitu arah karir ke depan. Kami berdua sama-sama lulusan sarjana pendidikan. *cieeeee S.Pd cieeeee*
Dari zaman dinosaurus sampe zaman Android macem sekarang ini, namanya lulusan pendidikan itu identik dengan GURU. Ya mau gimana lagi? Lulusan pendidikan memang dikerucutkan untuk menjadi GURU kok.
Kami memperbincangkan tentang apapun yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan kelanjutan karirnya, seperti SM3T, PPG, sertifikasi, CPNS, les-lesan, sekolah swasta versus negeri, dan kampus negeri yang menjadi almamaternya juga kampus yang menjadi tempatku menimba ilmu saat ini.
Ngobrolin ini-itu tentunya ngga cukup dengan disambi minum-minum cantik, dong. Makan juga, coy. Nih, aku kasih penampakan makanan yang kami konsumsi:
porsi yang mengenyangkan
dari sudut pandang yang berbeda
Dengan makanan yang - menurutku porsinya - bikin kenyang banget, obrolan selama dua-tiga jam jadi berasa cuma tiga puluh menit. Apalagi makannya pelan-pelan banget, dihayati, sambil ngobrol banyak, ngalor-ngidul, ke sana-kemari, dari Saturnus sampai ke galaksi Andromeda.
Selain ngobrolin tentang karir, hal lain yang cukup serius dan sensitif untuk diperbincangkan adalah perkara pernikahan. HAHAHA.
Tapi, hal seserius itu bisa dibawa jadi bahan becandaan kalo sama sahabat dong ya. Kalo sama orang lain, apalagi yang baru kenal ato sok asik sok akrab sok deket, eleuhhhhhh, ke laut aja lu, tong. Siape elu? *sarcasm detected*
Fried Chicken with Rosemary Sauce
Terkadang meskipun bahan obrolannya ini kesannya becandaan, tapi di dalam hati agak nggrantes juga, my fellas. Ironi memang. Tapi ya itu, dibikin santai aja. Untuk mengimbangi perasaan agak nggrantes itu tadi, tentu butuh amunisi berupa makanan yang bikin kenyang. *absolutely* Fried chicken with rosemary sauce ini adalah ayam goreng crispy yang dikasih saus rosemary. Anyway, sorry for bad lighting. :(
Ini adalah satu-satunya hidangan di Liberica Alila yang diolah dengan teknik Sous-Vide, yaitu teknik masak dalam kantong vakum, direbus selama beberapa jam sehingga menghasilkan daging yang empuk, matang, dan tetap lembut. Setelah itu, ayam digoreng dan disajikan dengan bumbu rosemary dan coleslaw. Bumbunya bener-bener meresap ke dalem, nasinya pun pulen, jadi enak banget. Bikin lupa sama pembahasan berat nan serius tentang pernikahan ini tadi. Wkwkwk~
Untuk menikmati seporsi ayam goreng yang disajikan secara spesial ini, cukup dengan merogoh kocek sebesar IDR 50.127.
General Tso Chicken
Lagi-lagi olahan ayam. Aku sama Fera ini emang seleranya masakan Asia aja lah ya, nggak jauh-jauh dari nasi pokoknya. Hidup nasi!!
Porsi sepiring gini juga bikin kenyang, loh. Lagi-lagi untuk menyeimbangkan perbincangan yang berat tadi seputar pernikahan. *sebut terus aja Ell, sebut teruuuuuusssss -____-*
Tapi tetap santaaaaiiiiiiii. Keep calm. Stay cool. Tuhan sudah atur semua. Bahkan kedatangan kami di Liberica Alila ini juga karena sudah Tuhan yang atur. General Tso Chicken ini merupakan chinese food yang terkenal di belahan bumi lain yang bernama Amerika. Potongan daging ayam ini digoreng dengan tepung kemudian dimasak dengan saus general tso versi Liberica yang nggak akan ditemui di tempat mana pun di muka bumi ini. Perpaduan rasanya? Manis, asin, dan gurih. Wait. Pedes juga! Woohoo!
Seporsi olahan ayam ini dibandrol IDR 47.579. Gimana? Tertarik buat ngicipin kaaaann, my friend? *lirik-lirik manja*
Calamari
Cumi goreng crispy. Nah. Simpelnya sih gitu kalo mo nyebut makanan ini. Disediakan mayonnaise buat cocol-cocolan. Cocok banget buat cemilan sebelum atau setelah makan besar, nih. By the way, aku sama Fera juga nyemilin ini sembari masih bahas babagan pernikahan tadi. Uhukk!
Daging cuminya masih juicy dan mateng juga sampe ke dalam. Hanya saja bagi pecinta masakan asin, ini bukan pilihan. Calamari ini rasanya sedikit hambar. Koyo hubunganmu ro gebetanmu kae lho, hambar.
Dengan IDR 39.932 kita udah bisa menikmati 'sekeranjang' kudapan ringan ini.
air mineral
Buat menetralkan suasana karena pembicaraan semakin serius dan berat, sajikan saja AIR MINERAL. Wkwkwkwk~
Biar gimanapun, aku nggak bisa lepas dari air putih alias air bening alias air mineral alias apapun laaaahhh terserah netizen yang menyebut, ribet amat buset dah.
Perbincangan kami mulai kembali ke hal-hal ringan diselingi dengan hal konyol dan sedikit bodoh mengenai hubungan persahabatan kami. Flashback sedikit ke masa SMA. Cerita berbagai peristiwa mengenaskan tapi lucu tapi kok ya mengenaskan dan tentunya ngga bakal aku bocorkan di sini helloooooooowwwwww. Sampai akhirnya sebotol Equil seharga IDR 33.135 pun habis.
Udah kenyang perutnya, udah kenyang pula ngobrol-ngobrolnya. Saatnya meninggalkan lokasi. *backsound sedih*
Eiittt, jangan sedih. Harus bahagia. Apalagi abis makan dan minum yang enak-enak, abis berbincang yang berkualitas dengan sahabat, abis menumpahkan segala curahan hati. Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?
Dan, sebagai warga negara yang baik pula, jangan lupa bayar di kasir, coy. Jangan lupa juga pajak dan service charge ditanggung konsumen. *yaiyalahhhhhhh*
Ke kasir sekalian bayar, sekalian foto-foto dooonnggggg. *generasi millennial*
Di sini tempatnya instagramable banget. Cucok meong pokoknya lah. Nih aku kasih contohnya:
di bar Liberica
di salah satu sudut
sok manis kalo di foto
Penasaran sama makeup look yang aku pake? Langsung cuuusss aja ke akun Instagram aku. Banyaaaaakkk banget contoh makeup look yang bervariasi, seperti makeup yang wearable buat sehari-hari, makeup yang bold buat ke pesta, makeup buat WISUDA (((kapan kowe wisuda, Ell?))), sampai makeup fantasi.
*promo usaha sendiri di blog sendiri*
*gapapa*
*blogger mah bebas*
*netizen lebih bebas lagi*
Ulasan sudah selesai, kisah pun sudah selesai, sampailah kita di penghujung acara.
Kalau ada waktu luang, silakan mampir ya di Liberica Alila Hotel Solo. See you on my next post, guys!
Apa kabar klean semuuuaa, wahai netizen yang budiman?! Aku mo menyebarkan promo lagi nihhhh.
*ratjoen tjinta*
Ada promo beli 2 donat + 1 green tea latte di Abata Donuts dengan harga 15K saja! Wow! Dan ini berlaku hanya sampai tanggal 30 September 2017.
Tapi ini take away sih, dibawa pulang.
Ulasan di link tersebut cukup lengkap, loh. Silakan dibaca, wahai netizen.
akhirnya beli dua dus :D
Beli dua dus ini cuma 30K jadinya. Cucok meong, cyinnnnnn~
Karena ini take away, aku bawa juga deh sampe ke rumah. Dari Solo ke Klaten, coy. Ya ampuuunnnnnnn. LOL.
Untungnya sampe rumah masih aman aja ini bentukannya. Green tea latte-nya masih utuh, nggak tumpah-tumpah. Donatnya juga masih utuh walaupun topping-nya agak sedikit meleleh karena peningkatan temperatur selama perjalanan. Apalagi naik motornya belingsatan macem pembalap yang nggak dapet sirkuit.
Oreo-reo dan choco cheese
yang ini aku lupa banget nama donatnya apa aja, huhuuuuuuuu :'(
Yang jelas, keberadaan promo-promo semacam ini berguna banget buat kaum pelajar/mahasiswa berkantong terbatas sepertiku. *halah*
Tentu
bahagia, dong! Kita bisa menikmati sajian donat berkualitas premium
dengan biaya yang ramah di kantong. Konsumen senang, produsen pun riang.
*ikhlas*
Wkwkwkwkkk~
Ulasan lengkap mengenai rasa, tekstur, penampakan outlet, dan lainnya bisa dicek di sini ajaaaaa.
Aku ngga mau mengulang ulasan yang sama dalam dua postingan yang berbeda. Soooo yeaaaaa.
Sampe di sini dulu, guys. Nantikan ulasan dan info promo dariku yang lain, yaaaaak! See you!
Tiadalah guna menjelaskan kepada orang-orang
Peduli apa?
Sekadar tahu kemudian berlalu
Tipikal anti-empati tapi gemar menikmati isu
Aku bukan terjebak di dalam drama
Inilah nyata yang aku rasa
Aku alami betul-betul apa adanya
Hanya saja mereka anggap aku gila
Bagaimana mungkin orang lain paham?
Sementara mereka tidak berada di posisiku
Kemudian siapa yang kejam?
Semena-mena menjustifikasiku
Oh, lalu aku sadar bahwa aku hanyalah seorang pemimpi
Yang selalu berharap segalanya riil dan terjadi
Namun, sekejap kemudian aku menyadari
Banyak hal absurd yang cuma berakhir dalam imaji
Tangis ini ada
Air mata mengalir melalui pipi dan menetesi dada
Rongga hidung pun basah
Menyisakan kepedihan yang sudah terlalu lelah dan payah
Terlambat sudah terlambat
Sesal memberikan kecupan selamat
Kepada otak dan hati yang menanggung berat
Penat
Hey, terjebak atas keputusan (bodoh) sendiri adalah kepahitan yang harus ditelan
Seiring dengan waktu berjalan
Dan harus dilalui sampai titik darah penghabisan
Sanggupkah aku bertahan?
Menghabiskan waktu di siang hari dengan bersantai sejenak setelah seharian penuh beraktivitas itu perlu banget. Setidaknya, bagiku hal ini jadi momen untuk menjaga kualitas otak dan tubuh agar tetap berfungsi prima sebagaimana mestinya. Salah satu tempat yang aku singgahi ini yaitu kedai waralaba donat terkemuka yang tentunya sudah dikenal oleh hampir semua orang sejagat raya ini: Dunkin Donuts. Apalagi siang-siang jeger kayak begini. Beuuuhhhhhhh, rasanya cuma kepengen minum air kelapa muda berjuta galon.
Tetapi eh tetapiiiii, berhubung di kedai ini ngga ngejual air kelapa muda seperti di lapak para penjual es kelapa muda di tepi jalan atau di pinggir pantai, alhasil aku menentukan pilihanku pada Ice Green Tea ukuran large. (((Bukan berjuta galon juga nih jadinya)))
selalu green tea yang jadi pilihan
Satu tegukan, cukup menyegarkan kerongkongan setelah menempuh perjalanan jauh di jalan raya Jogja-Solo. Anyway, ini aku mampirnya di kedai Dunkin Donuts yang masih satu area dengan SPBU di Delanggu. Pokoknya pinggir jalan raya Jogja-Solo daerah Delanggu yang dekat dengan pertigaan traffic light yang kalau belok ke timur itu menuju ke arah Wonosari atau Solo Baru itu lohhhhh.
*I'm bad at explaining the exact address*
Rasa green tea-nya pas banget, ngga terlalu manis. Ini yang aku paling suka. Untuk ukuran large ini, ngga bikin aku ngerasa mblenger juga ya karena lagi haus banget keleussssss. Biasanya green tea ini rada tricky sih. Kadang kalo cuma green tea ala-ala itu rasanya malah ngga karuan, ada yang kayak rasa kacang ijo malahan. Tapi, kalo di Dunkin Donuts jelas asli lah yawwww lykee helaaawwwwwwww masak iya mau kasih ke konsumen green tea palsu. Wkwkwkk~
Minuman kayak gini justru lebih menyegarkan menurutku sih. Bukan yang terlalu manis atau bikin eneg gitu. Yang penting seger lah. Ice Green Tea ukuran large alias yang paling besar ini dibandrol 28K.
Nggak lengkap kalo mampir sini tapi cuma menikmati minumnya aja. DONATNYA DOOONGGGG!
Yak! Aku pesen donatnya juga walaupun cuma satu biji. Aku lupa ini donat nama lengkapnya apa. :')
Pokoknya ada hazelnut hazelnut-nya gitu. Hehe. *nyengir*
donat yang terlupakan namanya
Satu donat gitu harganya 9K. Kalo donat fancy gitu beda lagi harganya. Lebih enak kalo beli donat pas lagi ada promo, Beli 6 Gratis 6. Dan donat yang aku lupa namanya ini, bener-bener dehhhhh, fuuullllll cokelaaattt bangettttttt. Karena aku makannya lambat nian, jadinya rasanya di perut sedikit lebih eneg karena banyak kandungan fermipan atau cokelatnya mungkin. (((mungkin)))
*I'm not a scientist, nor a baker, but I'm good at criticizing, bahahahahahhh*
donat, es teh ijo, pulpen, dan catatan soal fisika
Mampir ke kedai macem beginian tuh harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Salah satunya yaitu memanfaatkan keberadaan wifi. *dasar banci wifi*
Kan lumayan tuh, bisa buat upload foto-foto epic di Instagram, scrolling berita-berita terbaru di timelineTwitter, atau malah buat streaming-an alias buka Youtube secara cuma-cuma. Efektif dan efisien, bukan? Ngahahahahhh~
Segini dulu ulasan singkat dari aku mengenai mampir-mampir jajannya. Semoga bermanfaat, yak! Hehe :D
Jangan sungkan buat baca-baca postinganku yang lain, guys. Have a good day!
Welcome to my blog, netizen!
Kali ini aku mo sharing tentang pengalamanku ikut salah satu seminar internasional. Daaaann, ini pengalaman pertamaku. *woohoo, I'm sooo excited*
Postinganku ini bakalan panjang banget, bakalan semau gue, dan pastinya lebay bin alay. So, without any further do, let's get started!
ICoSMEE. International Conference on Science, Mathematics, Environment and Education.
(((Kepanjangannya kayak gitu tuhhhh)))
Seminar internasional ini dihelat pada hari Sabtu, 16 September 2017 di Best Western Premier Hotel Solo Baru oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta atau biar lebih singkat sebut saja FKIP UNS.
Sebagai seorang mahasiswi yang hidup segan mati tak mau dalam menjalani kuliah yang tinggal sejengkal lagi, aku turut berpartisipasi dalam seminar ini sebagai Participant alias Peserta (((tentunya dengan membayar biaya seminar sebesar satu setengah JUTA rupiah))). Demi keberlangsungan pertahanan diriku sebagai seorang mahasiswi yang masih berkutat dengan p e n e l i t i a n. -----semoga diri ini selalu bisa berbesar hati, bersabar, dan selalu mengharap rezeki yang tiada putus dari Tuhan Yang Maha Pemberi Dan Penjamin Rezeki makhluk-Nya-----
Pesertanya bejibun banget, coy. Sejumlah 191 paper untuk parallel session. Padahal 1 paper bisa terdiri atas 1-5 orang author. Ada yang dari Lampung, Nganjuk, Semarang, Medan, Jogja, Depok, Jakarta, Bandung, Surabaya, Jember, Bogor, *adududuhhh elll udahlah sebutin aja semuamuamuanya*, Kalimantan, bahkan Malaysia. Porsi peserta terbanyak teteuppp yaaa dari UNS. *yaiyalaaaaahhhhhh gilsssss*
Seminar ini dilaksanakan dalam waktu satu hari penuh, dibagi menjadi dua sesi: 1) Plenary Session, 2) Parallel Session, dari jam 8 pagi sampai jam 6 petang. Cucooookkk, cyiiiinnn~
Acara dimulai dengan sambutan-sambutan tentunya, baik dari ketua panitia (Puguh Karyanto, M.Si., Ph.D) dan rektor UNS (Prof. Dr. Ravik Karsidi). Namun, sayang pak rektor tidak bisa hadir sehingga hanya diwakilkan.
Next, tentu Plenary Session. Plenary Session dibagi lagi menjadi dua: Plenary Session I dan Plenary Session II. Seluruh peserta (yang nantinya bakalan presentasi di Parallel Session) wajib hadir dalam Plenary Session ini. Plenary Session I diadakan di Room Skyline 88 Fl. 21. Pembicaranya yaitu Prof. Steven Gilmour dari King's College London dan Prof. Amy Cutter Mackenzie dari Southern Cross University Gold Coast, Australia. Moderatornya yaitu Prof. Budiyono dari UNS. Kedua pembicara ini masing-masing memaparkan tentang application of design of experiments dan children in the anthropocene. Plenary Session II dipecah jadi dua juga nih di ruang Room Skyline 88 Fl. 21 dan Room Skyline 89 Fl. 22. Berhubung jurusanku itu Pendidikan, sooooo aku tetap stay di Room Skyline 88 Fl. 21. Sementara itu, peserta lain yang jurusannya non-Pendidikan, dipersilakan pindah di Room Skyline 89 Fl. 22 yang diisi oleh Prof. Sulistyo Saputro dari UNS dan Sidrotun Naim, Ph.D. dari Surya University, serta dimoderatori oleh Dr. Suryadi Budi Utomo, M.Si. Kedua pembicara tersebut membahas tentang development of green analytical method based on solid-phase spectrophotometry for ionic speciatron in natural water dan from quorum sensing to remote sensing: an approach to shrimp farming.
*sampe sini lidahku kerasa keplintir, bro*
Well, sementara itu, di ruang yang masih aku tempati (Room Skyline 88 Fl. 21) diisi oleh Prof. Bob Bucat dari The University of Western Australia dan Kathy Malone, Ph.D. dari Ohio State University dengan moderator Prof. Maridi, M.Pd. dari UNS.
Prof. Bob membahas tentang exploring pedagogical content knowledge: overcoming professional amnesia, sementara Kathy Malone, Ph.D. membahas tentang STEM reasoning and learning in biology via modeling-based activities.
Selama di Plenary Session ini, aku lebih suka dengerin dan perhatiin aja sih. Dikasih kesempatan buat bertanya tapi aku keduluan sama peserta yang lain. *halah, alesan mulu.padune ora wani takon e kok*
Aku juga malah lebih nggatekke aksen pembicara-pembicara ini. Prof. Steven kental banget dengan aksen British-nya, aku suka dengerinnya. Walaupun banyak nggak ngertinya, tapi at least aku mengenal dengan baik logat-logat orang Inggris yang kental dengan aksen British-nya yang khas itu. Prof. Bob dan Prof. Amy logat Aussie-nya juga kentara. Masih mudah dimengerti olehku (itung-itung belajar listening nih kan yaaaaa), karena tempo bicaranya sedang-sedang saja. Nah, kalo Kathy Malone, Ph.D. ini purely American. Logat Amerikanya nggak bisa disembunyikan, mana tempo bicaranya cepet banget lagiiiii kayak buroq, Yaa Allah. Otakku tergopoh-gopoh mengikuti alur dan kecepatan bicaramu, Miss Kathy. :')
Setelah Plenary Session berakhir, tibalah saatnya Parallel Session. Aku kebagian di Room Violant 3 Fl.1. Dari lantai 21 menuju lantai 1 nihhhhh. Untung ada lift. *ojo ndeso plis, ell*
Ada 19 paper yang harus dipresentasikan. Ruang ini khusus yang lingkupnya Physics Education. *makin ngerasa salah pilih jurusan kuliah sumpah sumpah sumpah*
Masing-masing peserta diberi waktu maksimal sepuluh menit untuk presentasi. Presentasinya sendiri dibagi jadi beberapa termin yang setiap termin digunakan oleh tiga peserta untuk presentasi. *you know what I'm saying?*
Nah, setelah tiga peserta presentasi secara berturut-turut, diadakan sesi tanya-jawab selama 15 menit. Begitu pula untuk termin selanjutnya.
Aku kebagian di urutan no. 06 nih. Deg-deg-an banget, badan ngga enak, maunya pipis melulu, mana AC-nya dingin pollll busetttttt *nah kan ketok ndesone*, soooo nervous, pokoknya semua rasa bercampur menjadi satu dan tidak dapat dideskripsikan dengan cakupan kalimat demi kalimat!
Tema yang aku angkat untuk presentasi ini yaitu tentang analysis of student's answer in resolving Boyle-Gay Lussac's Law problem.
Anyway, presentasinya nggak harus pake bahasa Inggris sih (sesuai kesepakatan antara peserta dan moderator di setiap ruang). Tetapi eh tetapi, berhubung slide PPT-ku terlanjur pake bahasa Inggris, YAUDAHLAHYA aku pake bahasa Inggris juga presentasinya. Sebenernya lebih ke males aja harus translate ke bahasa Indonesia kalo presentasinya pake bahasa Indonesia.
Dan...ya....padahal aku nggak ada persiapan sama sekali untuk presentasi ini! (((Gila dan nekat emang, Ya Allah, Ell, gitu amat lau -____-)))
Bikin slide PPT aja DUA JAM sebelum aku berangkat menuju lokasi. (Anyway, rumahku itu di Klaten. Lokasi conference di Solo Baru which means it took about an hour buat sampe ke sana. Aku berangkat sekitar jam 7.30 pagi. Yap. Aku bikin PPT sekitar jam 5 subuh. The real procrastinator. The real deadliner.)
Sama sekali nggak ada persiapan presentasi seperti ngomong di depan cermin, olah bahasa tubuh (gesture), improvisasi, ngapalin monolog, dll dsb dst. SEMUANYA DADAKAN macem tahu bulat. Ya itu aku apa adanya banget. Nyeplos aja sebisa aku. Bagian opening lancar sampe bagian isi. Giliran closing aja sampe kelupaan bahasa Inggrisnya 'terima kasih atas perhatian Anda'! >_<
Konyol!
*makanyaaaaaaa laen kali persiapan yang mateng donggggggg*
Cuplikan video presentasiku kayak gini nihhhhh:
Literally, itu murni tanpa suntingan apapun, direkam langsung dengan menggunakan smartphone. Yeahhhh, generasi milennial jaman now, pasti menginginkan setiap momen penting yang tercipta dalam kehidupannya ini dapat di-capture dan di-record sebagai kenang-kenangan atau buat pamer aja ke khalayak ramai.
Beberapa dokumentasinya aku share juga, aaahhhh~
Berfoto dengan Prof. Steven Gilmour dan Kathy Malone, Ph.D.
Di photobooth nihhhhh~
Foto bersama para peserta dan moderator di Parallel Session.
Banyak hikmah yang bisa aku petik dari peristiwa ini. (((tseeeehhh, peristiwa)))
Salah satunya dan yang paling penting adalah SEGALA SESUATU HARUS DIPERSIAPKAN TERLEBIH DAHULU.
Aku ini emang cenderung suka menunda-nunda sesuatu, the deadliner, paling males kalo menyicil sesuatu. Tapi ya itu, jadinya nggak maksimal kaaaannn. Aaaaahh, nyesel kaaaannnnn. AAAAAA!
*iyaa, nyesel emang belakangan, iyaaaaaa*
YAUDAHLAHYA.
Hal menarik lainnya yang bisa aku dapatkan dari event akbar ini: semangat belajar bahasa Inggris jadi meningkat lebih dan lebih. Makin ke sini, aku makin menyadari bahwa keterampilan berbahasa, khususnya bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, harus diasah banget banget banget. Kita bisa melihat dunia lebih luas, to be an open-minded person, dan cerdas-terampil dalam menjalani setiap sendi kehidupan, dengan berbekal bahasa Inggris yang baik. Terlepas apapun bidang minat yang kita pilih, kita semacam diharuskan untuk menguasai bahasa asing.
Sampe segini dulu cerita dari aku, guys. Kita sambung lagi di lain kesempatan, yak. Tentunya dengan kisah lain yang lebih seru, lebih epic, dan lebih lebay. See you on my next post!
Dulu udah pernah posting tentang Mendem Duren di Jogja. Sekarang posting lagi deeehhh. Mumpung aku sekarang lagi di sini. Literally, lagi ngemil-ngemil di sini sambil nulis ini. Kurang syahdu gimana sih. Mana playlist yang disetel si mas-mas ini lagunya mendayu-dayu semua dari tadi, Oh Tuhan.
Biar mencairkan suasana, aku pesenlah menu-menu yang cocok buat ngemil. Tadinya aku mo pesen pancake duren, tapi belum available. (((Yaaah, kecewa dehhhh)))
Tapiiii, jangan sedih! Masih ada opsi lainnya. Ini nihhhhh:
lumpia duren
roti bakar green tea
es cappuccino
Es cappuccino biar kerongkongannya lega setelah berpanas-panasan di siang hari yang terik ini. Rasanya yaaaa seperti cappuccino biasa laaah. Roti bakar green tea buat temen ngemil aja. Dasarnya suka green tea jadinya ya tetep aja pesennya ga neko-neko, pokoknya yang ada green tea-nya. Terus pilihan yang berkaitan sama duren jadilah kepincut sama lumpia duren. Enak semua. Cuma manisnyaaaa gak ketulungan. Lumayan laaaah buat ngganjel weteng. Dari ke semuanya ini cukup bayar 20K lohhhhh. Endessss bah!!
Sampe sini dulu yah review-nya. Singkat aja. Hehe :D
Baca-baca juga postinganku yang lain yaaa tentang tempat makan dengan harga kantong mahasiswa.
Selamat pagi menjelang siang, netizen yang budiman!
*aku nulisnya sekitar jam sebelasan nih*
Enaknya ngapain yaaahh kalo jam segini? Ngemil? Nongkrong?
Yas! Ngemil dan nongkrong sekaligus. Beberapa hari lalu aku iseng mampir ke salah satu kedai di Klaten. Kota kecil kesayanganku ini as my beloved hometown, sekarang kebanjiran kedai-kedai hits kekinian, mulai dari yang konsepnya sophisticated sampe yang classic atau kuno gitu. Komplit deh!
Kedai yang aku tongkrongi kemaren (((((tongkrongi))))) adalah Kedai Chezko. Alamat lengkapnya di Jalan Pemuda No. 86 Proliman Matahari Klaten. Kalo dari arah Solo, kedai ini ada di kanan jalan sebelum traffic light Matahari Plaza Klaten, deket banget jaraknya sekitar 10 meter dari lampu bangjo. (((Jowo tenan yaaa nyebut lampu bangjo wkwkwkk)))
Kedai ini buka dari jam 11.30 pagi sampe sekitar jam 10 malam. Pertama kali sampe yang aku lihat dari luar adalah tempatnya klasik banget. Eh, tapi begitu masuk hawa sophisticated-nya berasa deh seperti cafe-cafe pada umumnya.
Aku di sana cuma memanfaatkan wifi sebentar sambil cemal-cemil doang. Jadinya, aku cuma pesen ini deh:
Chezko Platter
Chezko Platter ini terdiri atas french fries dan sosis yang digulung pake mie terus digoreng. Tersedia saus sambal dan saus tomat. Rasanya kurang asin menurutku. Jadinya ngga gurih, terutama sosisnya. Semuanya digoreng kering, literally kering sampe bunyi kriiiuuukkkk pas digigit. French fries-nya pun juga kering banget dan kurang asin. 9K.
Milkshake Oreo
Aku adalah pecinta berat Oreo. Pokoknya segala sesuatu yang ada Oreo-nya aku pasti suka. *halah*
Di sini aku pesen milkshake. Ada campuran Oreonya yang di-blend sama susu vanilla. Terus bagian atasnya dikasih pecahan Oreo. Rasanya ngga manis. Tapi aku malah suka sama rasa milkshake yang kayak gini. Jadi cuma semu manisnya gitu. (((((semu)))))
Buat yang suka rasa milkshake pada umumnya, barangkali ngga suka sama rasa milkshake yang kayak begini. Karena beneran ngga begitu manis. Kayak minum susu Bear Brand itu, looohhhhhh. Tapi ini cukup mengenyangkan dan ngisi lambung banget. 10K.
Secara keseluruhan, to be honest untuk makanan dan minuman menurut aku kurang enak yaaaaa. Bumbunya aja yang kurang 'nendang' gitu, agak terasa hambar sedikit. Mungkin ke depannya bisa diperbaiki. Soalnya, untuk ukuran kedai, rasa adalah perkara utama. Selera konsumen harus sangat diperhatikan. Kurang satu hal kecil sedikit, rusak sudah semua rasa.
Namun, jangan sedih. Tempatnya itu cozy banget. Nyaman buat nongkrong. Ada AC-nya, jadi ga bakal kepanasan kalo AC-nya nyala. Instagrammable banget. Cocok buat yang suka nongkrong, ngemil, sekaligus swafoto lalu diunggah di sosyel medya. Plus, free wifi doooong.
Tempat parkirnya kurang luas aja, soalnya bener-bener cuma di tepi jalan bagian jalur lambat. Ada tukang parkirnya kok, jadi bisa diatur deh kendaraannya.
Sekian dulu ulasan kuliner dari aku. Mampir juga di tulisan-tulisanku yang lain mengenai dunia kuliner atau dunia makeup. Wkwkwkkk :D See you, guys! Stalk me on Instagram @ellizaefina