Rabu, 26 November 2014

Monthly Disabilitea~

Monthly Disabilitea adalah agenda bulanan yang diselenggarakan oleh PLD UIN SUKA.
Pada momen ini aku diberi kesempatan sebagai pembicara untuk mengisi acara tersebut, tepatnya pada tanggal 24 November 2014. (ciyeeeeeeeeeeeee~ suara dari kejauhan kemudian hening)
On that occasion, aku mempresentasikan hasil penelitianku yang berkaitan dengan inklusi.
ini pamfletnya ^_^
Acara ini dibuka untuk umum, tapi jumlah pesertanya sepertinya dibatasi mengingat ruang yang ada juga terbatas. Di forum ini, aku berdiskusi, sharing, banyak ngobrol, dan jalannya santai banget karena ini bukan forum seserius forum rapat DPR. *apasih* -___-
Para penyandang disabilitas pun hadir, ada tunanetra dan tunarungu. Jadi, saat aku bicara, ada penerjemah tunarungu di sampingku yang memberikan penjelasan lebih lanjut kepada penyandang tunarungu.
Anyway, setiap berhadapan dengan orang yang berbeda denganku (baca: para penyandang disabilitas) aku selalu takjub. Why? Karena mereka adalah cerminan orang yang kuat. Mereka bisa survive di balik kekurangan yang ada pada diri mereka. Terlebih mereka tetap semangat belajar. Nggak kayak aku, belajar pun masih ogah-ogahan. *oke ini ngga penting - skipskipskip*

Sepertinya gambar jauh lebih bisa 'berbicara' dibandingkan penjelasan yang kupaparkan. Oleh karena itu, aku akan menampilkan foto-foto wae. Cekidot gan:
yang tengah pake kerudung gelap itu ibu moderator, yang kanan kemeja kotak-kotak itu mas penerjemah tunarungu.
Setelah aku presentasi, penyandang tunanetra dipersilakan untuk 'coba-coba' menggunakan alat peragaku dan memberikan testimoni.
nyobain alat peraga sistem tata surya
membaca thermoform
Sebenernya setelah acara selesai, banyak yang coba-coba mempraktikkan aksesibilitas alat peragaku. Namun, sayang sekali ngga sempat didokumentasikan. *mukangambek*
peserta forum
jujur saja, aku terlihat lebih 'berisi', mungkin efek baju kali yaaaa :p
Well, gimana ceritanya aku bisa jadi pembicara di sini?
Jadi gini, awalnya ada semacam sayembara tuan putri beasiswa penelitian. Yang mengadakan beasiswa ini adalah tim PLD UIN SUKA.
Aku daftar tuh. Setelah nunggu-nunggu sembari baca jampi-jampi keramat, akhirnya tibalah masa penantianku. Aku dilamar!! Oh, salah fokus, sorisoriii. (Bangun, Ell, banguuunn) -___-
Pengumuman itu datang juga. Langsung aku cek di sini, and Alhamdulillah dapet jawaban. It was surprising!
ada namaku yang terpampang nyata *tsaaaahh*
Alhamdulillah, rejeki emang dateng kalo dijemput yaahhh. ^_^
Aku dapet beasiswa itu dengan syarat bersedia bikin jurnal dengan ketentuan yang diberikan oleh pihak PLD UIN SUKA dan mengisi acara di Monthly Disabilitea sebagai narasumber/pembicara.
Jurnalnya sudah kuserahkan dan aku juga udah ngisi di acara tersebut. Alhamdulillah, beasiswanya sudah di tanganku. Terima kasih, PLD UIN SUKA. \(^_^)/
That was an amazing experience. Alhamdulillah. Terima kasih tiada tara untuk Allah, Tuhanku Yang Maha Asyik.

Sabtu, 15 November 2014

Linchak Coffee Klaten

Sore tadi pas mendung-mendungnya, aku mampir di Linchak Coffee. Suasana udah mulai berhawa dingin dan bergerimis kecil. Cocok banget buat pesen minuman hangat.
Aku nggak lama sih di sana, padahal ada free wifi. (Biasanya kalo di tempat gituan, aku paling betah berlama-lama memanfaatkan fasilitas yang ada, haha)
Mung mampir ngombe. Hihihii :D
Lagian juga ngga bawa lepi kesayangan.

Tempatnya lumayan cozy. Enak buat nongkrong. Ada yang indoor, ada yang outdoor. Berikut penampakannya (taken by BB Davis' camera, jadi mohon dimaafkan kalau kualitas gambarnya ngga begitu memuaskan):





Naaah, untuk beverage sama cemilannya aku cuma pesen ini doang, soalnya masih kenyang sihh:

Ropan Cokelat
Ropan cokelat itu roti panggang cokelat. Itu dibikin dua tangkup dengan isi pisang di dalamnya. Bagian luar diolesi chocolate jam dan ditaburi wijen, ngga lupa diberi sentuhan madu pula. Tingkat kematangan hasil panggangannya pas banget. Manis. Cukup dengan 10k kamu bisa menikmati ropan ini.
Hot Almond Choco
Cokelatnya lumayan berasa. Gulanya sih gula bubuk, sesuai selera. Panasnya nyooosss banget di lidah. Cocok pas suasana adem kayak gini. Dibandrol 13k.

Linchak Coffee ini terletak di Jalan Wijaya Kusuma 9 Klaten. Ancer-ancernya sih deket perempatan SMK 3 Klaten, deket sama Bakso Idola, deket sama Chrysant. (Pokoknya sebelah sana lah) :D
Linchak Coffee mulai buka jam 3 sore dan tutupnya sekitar jam 11 malam.

Tempatnya cozy, minuman dan makanannya enak, tapi minusnya ada di pelayanan yang kesannya lambat. But overall, recommended lah.

Selasa, 11 November 2014

Borderline Personality Disorder (BPD)

Mood naik-turun? Suasana hati berubah drastis dalam waktu singkat? Sebentar berperilaku manis tapi kemudian tiba-tiba berubah jadi sadis? -----
 

Hal-hal di atas merupakan beberapa gejala Borderline Personality Disorder (BPD). Ini adalah gangguan kepribadian yang paling sering terjadi dalam hubungan interpersonal. Borderline sendiri artinya ambang, and emang sih gangguan ini merupakan ambang/batas dari gangguan kepribadian Psikosis dan Schizophrenia.

Seseorang yang memiliki gangguan ini bermasalah dengan diri pribadinya di mana ia nggak bisa mengendalikan emosinya sendiri. Terlihat labil? Pasti.
BPD kemungkinan besar terjadi karena pengaruh berbagai peristiwa di masa lalu yang begitu random dan membuat pressure yang berlebihan di pikiran & perasaan.

Secara singkat, BPD menunjukkan adanya ketidakstabilan dalam suatu hubungan, mood, dan citra diri (self image). Gangguan ini melibatkan tingkat yang tidak biasa dari suasana hati dan kelabilan dalam berpikir.

Berikut gejala gangguan kepribadian Borderline:

  1. Tanpa alasan yang jelas dan pasti, penderita BPD tiba-tiba merasa dalam keadaan tertekan dan marah. Hal ini terjadi selama beberapa jam atau berlangsung selama beberapa hari. 
  2. Melakukan tindakan impulsif yang nekad banget dan dapat menimbulkan resiko, misalnya mengemudi ugal-ugalan, belanja tak terkendali, ngemil sampe overdosis, penyalahgunaan obat-obatan, penyimpangan seks, konsumsi alkohol dalam kadar abnormal, melakukan perjudian, dan lain sebagainya. 
    semoga ngupil bukan termasuk tindakan impulsif itu .___.
  3. Menjalani hidup dengan penuh ketakutan karena merasa ditinggalkan. Jadi, orang dengan BPD ini merasa bahwa orang-orang di sekelilingnya yang dia cintai (ayah, ibu, adik, kakak, pacar, suami, istri, anak, sahabat, teman, dll) bakalan ninggalin dia sendirian. Dia berpikir tidak mungkin bisa menjalani hidupnya sendirian tanpa orang-orang yang dicintainya itu. Hmm, ekstrem juga, yah? Padahal kenyataannya nggak sampe segitunya juga.
  4. Ketika kehilangan kontrol atas emosi, orang dengan BPD dapat berubah menjadi destruktif. Sebagai hasilnya, dapat berakhir pada perkelahian dan kekerasan. Kalo udah sampe di tahap ini, ngeri! Bisa-bisa disantet loh. Hehe :D 
  5. Melakukan berbagai hal yang dapat merusak diri-sendiri. Ini mulai masuk tahap yang disturbing banget nih, mulai sadis, maen piso-pisoan/silet/parang/golok/jarum pentul bahkan sampe membakar diri. Hiiiiiiii~
  6. Orang dengan BPD suka mengevaluasi situasi dan orang-orang sekitar hanya dalam skala positif dan negatif. Jadi, mereka mengagumi banyak orang atau juga membenci seseorang karena sifat buruknya. Persepsinya selalu berubah dari waktu ke waktu. Maka dari itu, mereka memiliki gejolak emosional sepanjang waktu. Hal ini menyebabkan relasi sosialnya tidak stabil.
      
  7. Orang dengan BPD memiliki masalah bukan hanya dengan orang lain, tetapi juga dengan diri-sendiri. Mereka selalu merasa tidak berharga dan memerlukan jaminan terus-menerus dari orang lain tentang citra diri mereka. Mereka sering merasa ditinggalkan dan dicekam kesepian/kebosanan. 
  8. Orang dengan BPD memiliki perasaan yang sangat ekstrem dari umumnya. Mereka sangat peka terhadap cara orang lain memperlakukannya. Mereka bereaksi kuat terhadap kritik yang dilontarkan. Jadi penuh dengan hurtfulness. Perasaan tentang orang lain sering berubah-ubah dari positif ke negatif setelah mereka menerima kekecewaan atau ancaman kehilangan.

Hmmmm, sepertinya cukup menakutkan juga, yaaa. But, keep calm. Orang dengan BPD dapat 'disembuhkan' dengan langkah mudah kok, karena BPD bukanlah gangguan jiwa yang sangat ekstrem dan mengerikan. Seseorang yang menderita BPD mengalami penyimpangan emosi yang penanganannya membutuhkan bantuan dari orang-orang terdekat. Jadi, nggak perlu langsung dibawa ke RSJ, yaaaa. -______-
Langkah simpel untuk menangani orang dengan BPD antara lain:
  • Perhatian yang seksama
  • Berlaku sebagai 'konselor' yang baik. Jangan menghakimi. Jangan terkesan 'ngatur'.
  • Untuk penderita BPD sendiri, harus menjalani pola hidup sehat seperti tidur cukup & teratur, olahraga rutin, mengkonsumsi makanan sehat, dan selalu membiasakan berpikiran positif.
Inti dari semuanya, pikiran yang sehat akan berdampak pada kondisi fisik yang sehat dan kehidupan di segala sisi yang sehat pula. So, pikiran merupakan kunci dari segalanya, 'kan?
Mari kita biasakan hidup sehat, berpikir sehat, dan berperasaan yang sehat!! \(^_^)/

Selasa, 04 November 2014

Tentang doa

Orang yang mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan orang yang didoakan termasuk dalam golongan yang didoakan malaikat secara khusus. 
Terima kasih untuk semua orang yang senantiasa menyelipkan namaku di antara beribu doa yang dipanjatkan kepada Tuhan.
Aku pun melakukan hal yang sama, menyebut berbagai orang yang ber-Tuhan untuk selalu berada di naungan kebaikan tangan Tuhan.
Karena sejatinya doa itu akan kembali kepada yang mendoakan. 


Senin, 03 November 2014

Legitz Klaten

Iseng-iseng pengen beli muffin, langsung deh ngacir ke Legitz.
Legitz ini salah satu bakery yang ada di Klaten, tepatnya di Jalan Pemuda 59 Klaten.
Walaupun siang-siang panasnya membara, tetep aja semangat mendatangi Legitz.
Belinya sih ngga banyak-banyak, lagian cuma buat ngemil. Ini niiihh:
tampak samping
tampak atas
Rinciannya:
5 muffin 15k, 1 cotton puff 1,9k, 1 pastry ayam 1.3k, dan 1 sus vla mini 1.7k.
Soal rasa ngga perlu diragukan lagi, pasti enak, ngga eneg, manisnya pas.
So, tunggu apa lagi? Segera serbu Legitz, guys.

Kamis, 09 Oktober 2014

Cinema Bakery Jogja

Setelah beraktivitas penuh ke sana-kemari, naik-turun tangga, dan menjalani w-o-w moment sejak pagi, aku memutuskan rehat sejenak. Mampir dulu deh di Cinema Bakery. Lagian jam-jam segini tuh enak buat jajan. Muehehehee :D

Lokasi Cinema Bakery gampang banget dijangkau, tepatnya di depan bioskop XXI. Alamat lengkapnya di Jalan Urip Sumoharjo No. 111A.

Well, begitu masuk bisa lihat kue-kue dan es krim yang dipajang. Benar-benar memanjakan mata.

Waitress-nya pun ramah. Aku langsung dilayani. Karena aku sendirian, aku diarahkan untuk duduk di kursi 2 seat dan tersedia colokan (tau aja deehhh mau numpang wifi-an).
Setelah diberi buku menu, pilih-pilih dulu dong. Akhirnya pilihanku jatuh pada roti dan es. Wkwkwkk :D

Sebenarnya yang bikin aku tertarik di sini tuh tata ruangnya. Eye-catching banget. Berasa mo nonton film. Di mana-mana dipasang foto cover film. Kebetulan banget di dekat aku duduk dipajang salah satu film slasher favoritku. Ini:
SAW: Final Chapter
Aku sempatkan memfoto beberapa sudut cafe ini:



Langsung ke menu deeehhhh:

Cheese Croissant
Cheese Croissant dibandrol 11k. Gigitan pertama itu kresss banget. Kejunya berasa banget di lidah. Teksturnya gak terlalu keras dan gak terlalu lembek, sedeng-sedeng aja. Intinya enak. Udah gitu aja. :D

Ice Green Tea Latte
Lagi pengen minum segeran. Jatuhlah pilihanku pada es teh. Simpelnya emang es teh sih. Yang bikin beda nama lengkapnya aja: Ice Green Tea Latte. Tersedia gula cair agar kita bisa menuangkannya sesuai selera manis yang kita inginkan. *tsaaaahh* Untuk menikmati beverage ini, cukup merogoh kocek 15k.
The last picture cuma buat selfie ajaaahh. Wkwkwkk :D
See you, guys.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Kenapa Tidak Sedikit Orang Ingin Menjadi Guru?

Guru memang pekerjaan yang mulia. Tidak semua orang bisa layak menyandang predikat sebagai seorang guru. You know, guru itu digugu lan ditiru, dipatuhi dan ditiru. Sudah semestinyalah seorang guru itu dikatakan sebagai manusia yang mendekati sempurna. Bayangkan saja, ia patut untuk dipatuhi, dituruti, dihormati, dan ia juga pantas ditiru, di-copy, being followed.

Terlepas dari sosok guru yang demikian, bagiku menjadi guru adalah pekerjaan yang sama sekali tidak mudah. Imagine guys, you gotta have a great passion to teach your pupils. Ngajarnya itu pun harus dengan hati. Tulus. Penuh kasih sayang. Di balik proses belajar-mengajar yang hanya dalam hitungan jam di kelas, ada banyak hal yang seharusnya diketahui oleh orang awam. Aku miris sekali and so annoyed dengan orang-orang awam yang mengatakan bahwa kerjaan yang paling enak itu guru. What the hell. -_____-

Emangnya gampang ngadepin puluhan anak orang dengan berbagai karakteristik sikap dan watak di kelas dalam satu waktu pembelajaran? Puluhan anak orang itu cara belajarnya lain-lain, kemampuan menyerap materi pembelajaran juga lain-lain, cara bersikap kepada teman dan guru juga lain-lain. Di sini, seorang guru harus mampu menguasai kelas dan mengondisikan kelas dalam keadaan kondusif agar materi pembelajaran dapat ditransfer dengan baik. Okay, itu baru satu kelas. Padahal guru itu ngajar nggak cuma di satu kelas.

Ketika mengajar, seorang guru tidak semata-mata hanya mengajar, melainkan juga mendidik. Guru harus kreatif dan terampil mengolah metode dan strategi pembelajaran yang cocok dengan materi pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku on the recent time, kemudian mengolahnya dengan mengintegrasikannya dengan karakter atau nilai-nilai ketuhanan yang terkandung. Edyan, mumet!

Seorang guru sudah tentu harus menguasai materi. Itu harga mati! Kalau cuma ecek-ecek, ngapain jadi guru? Kasihan itu muridnya berkiblat pada guru yang otaknya kosong dan cuma gede omong. Tentunya guru nggak cuma pinter buat diri-sendiri, melainkan juga bisa minterin anak orang dengan penyampaian materi yang benar. Transfer ilmu itulah yang esensial. And this is not easy, man!
Again, administrasi pembelajaran yang belibet dan bejibun harus disusun guru demi kelancaran pembelajaran. RPP, prota, prosem, KKM, silabus, instrumen penilaian kognitif-afektif-psikomotorik, dan itu semua wajib di-upgrade. Iya dong! 'Kan guru!

Well, intinya kalau mau menjadi guru, harus siap lahir batin jiwa raga menempuh segala sesuatu yang semestinya dilalui. Menjadi guru itu panggilan hati, bukan paksaan.
Bukan pula karena iming-iming gaji yang tinggi. Itu berlaku buat guru yang udah sertifikasi sih. Kalau guru honorer yaa gigit jari aja.

Menjadi guru adalah panggilan hati dan panggilan jiwa. Buat apa menjadi guru tapi dalam hati tidak pernah ikhlas mendidik anak orang supaya menjadi pribadi yang lebih baik? Buat apa menjadi guru tapi bukan berasal dari panggilan jiwa melainkan dari panggilan gaji? Buat apa menjadi guru tapi ngajar aja ecek-ecek cuma mengandalkan satu metode pembelajaran, nggak peduli siswa-siswinya paham betul atau kosong betul? Buat apa? Do you never realize it?

Ouh, come on!
Mengikuti intuisi itu perlu. Mendengar panggilan jiwa dan hati itu penting. Bukan hanya latah mengikuti tren yang sedang booming. Mentang-mentang kesejahteraan guru sedang sangat diperhatikan, lantas sebagian besar orang memaksakan dirinya untuk menjadi guru.
Jangan sampai salah jurusan. Karena pekerjaan sebagai guru yang bakal digeluti itu, akan menghabiskan separuh umurmu for the rest of your life.
Aku sendiri pun belajar dari yang sudah-sudah. Aku nggak ingin mengulangi kesalahan yang sama tentunya. Kita memang harus selektif memilih sebelum menyesal. Karena pilihan yang sudah kita ambil adalah pemberi warna dalam kehidupan kita. Mau warna putih, hitam, merah, biru, hijau, ungu, terserah kita. Kita yang tentukan.