Senin, 26 Maret 2018

ICoSEd 2017 - Menjejakkan Kaki di Surabaya

Helloooooooooooooooo!!

Welcome to my blog, netizen!
Gimana kabarnya? Semoga selalu baik dan bahagia, ya!
This time let me tell you a story. It's about being a part of international conference.



ICoSEd.
International Conference on Science Education.
Ini pengalaman keduaku mengikuti seminar internasional. Sebelumnya, aku pernah nulis tentang pengalaman pertamaku di ICoSMEE. Coba aja deh klik di sini buat baca selengkapnya tentang seminar yang aku ikuti di Solo itu. Aku udah ngejabarin secara alay lengkap dan penuh emosi tentunya! Hahahah!! 😝😈
ICoSEd ini diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya alias UNESA, di Surabaya, tepatnya di Fakultas MIPA, UNESA, pada tanggal 11 November 2017 bertemakan "Strengthening Science Education Practices for 21st Century Skills".
Subtema:
1. Research and development on science education.
2. Best practices towards science teacher professionalism development.
3. Ideas for developing science education institution.
((udah keriting belum otak lu? 😵))

Setelah menempuh perjalanan sepanjang 283 kilometer dan dengan waktu tempuh selama tujuh jam 30 menit, akhirnya aku menapakkan kaki di bumi Surabaya untuk mengikuti acara penting bin krusial yaitu seminar internasional bernama ICoSEd. 🙌

Acara ini dilaksanakan seharian, mulai dari pagi sampe sore, dibagi menjadi dua sesi, yaitu Pleno dan Parallel Pleno. Acara ini berlokasi di Gedung Auditorium Prof. Dr. Slamet Dajono FMIPA UNESA.
Acara paling awal tentu saja adalah opening ceremony yang berlangsung selama 20 menit. Ada sambutan-sambutan tentunya. Nah, abis itu baru deh masuk ke acara Pleno.
Pleno ini diisi oleh empat orang keynote speakers yang dimoderatori oleh Tjipto Prastowo, Ph.D. Ini dia list pembicara di sesi Pleno:
  1. Prof. David Treagust, dari Curtin University of Technology, Australia.
  2. Prof. Hans-Dieter, dari Barke University of Munster, Germany.
  3. Prof. Abdullah Dolah Dalee Yala, dari Rajabhat University, Thailand.
  4. Prof. Dr. Muchlas Samani, dari State University of Surabaya, Indonesia.
Sesi Pleno ini berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Lama atau sebentar, it depends. Mhehehehehhh~ 😁
Selama sesi Pleno ini, aku lebih banyak diem bukan karena memperhatikan anyway, melainkan karena emang dasarnya aku ngantuk dan kepengen tiduuuurrrrr *pemalas*. Zuzur zaja, saat itu aku lagi abis demam, masuk angin, flu, dan sebagainya.
Jadi, pas aku ke Surabaya ini, aku posisi lagi abis sembuh sakit banget gitu deeeeehhh. Sooooo, badan rasanya cuma pengen istirahat ajaaaaa. *alesanmuhhhhh, ell*
Sebenernya lebih ke arah menyimpan energi diri-sendiri untuk presentasi di sesi Parallel Pleno yang dilaksanakan di ruang yang berbeda. *alesan lagi kan ckckckck*
Setelah sesi Pleno berakhir, break dulu dong. Makan, sembahyang, dan komat-kamit baca mantera biar presentasinya lancar. Pukul 13.00 acara Parallel Pleno pun dimulai.
Aku bersama kawan-kawan seperjuanganku dari kampus UNS Solo pun berpencar mencari ruang masing-masing dan yang berada di gedung yang berbeda-beda (gedung C8, C9, dan C12).
Well, aku sendiri lupa aku dulu berada di gedung apa dan ruang yang mana. *pelupa* 😴
Yeaaa maklumin ajaaaa, aku seminar bulan November 2017, sementara aku menuliskan ini bulan Maret 2018. *cari alesan lagi*
*OMG ell, kamu emang banyak halesaaann yaahhhhh*
Yak, setelah sampai di ruangan, aku pun menanti giliran dipanggil untuk melakukan stand up comedy presentasi. Judul paper-ku yaitu Profile of Student's Understanding in Kinetic Theory of Gases. Nah, kalo presentasi kali ini aku sedikit lebih banyak ada persiapan nihhhhhh. Nggak kayak presentasi sebelumnya seperti di ICoSMEE. *akhirnya bisa belajar dari pengalaman*
Eh tapi tetep aja masih belepotan ngomong enggres-nya. Wkwk~ 😅
*ra sembodo karo gayane*

Cuplikannya kayak gini nihhh:

Nggak diedit, langsung unggah! Muahahahahhh~ Mamam tuh~ 😎

Sebenernya satu hal penting dan utama yang diperlukan untuk presentasi adalah kemampuan public speaking. Udah. Di dalamnya udah terangkum berbagai macam hal, seperti kepercayaan diri, keterampilan mengolah kata, kemampuan me-manage emosi (termasuk rasa grogi), dan bahasa tubuh. Aku masih harus belajar banyak dan berlatih sesering mungkin ngelakuin hal kayak gini. Ternyata penting banget, vroh. Karena, setiap kali aku melakukan presentasi, selalu saja gejala perut mules, tangan membeku, dan jantung berdebar menghiasi detik demi detikku.
Setelah presentasi selesai, tentu saja acara selesai. *yaiyalaaahh sist*
Sebagai generasi millennial post-modernisme, aku tentu tidak melewatkan sesi foto-foto demi feeds media sosial. Supaya momen ini terkenang dengan baik, tidak ada salahnya untuk menciptakan jejak dengan cara berfoto. Begitu.
So, let's spread the memories!
foto sama temen-temen (dan salah satu dosen) UNS
partner in crime 😜
bersama salah satu keynote speaker
gank satu ruang saat presentasi
Anyway, seperti yang sudah aku sebutkan di atas, aku lagi abis banget sembuh dari sakit dan sebenernya itu muka harusnya pucet-pasi macem zombie. Akan tetapi, aku bisa mengakalinya biar lebih seger, centess, dan layak tampil tentunya karena the power of makeup. Macem-macem makeup look bisa banget di-scrolling lohhh di akun Instagram aku. Coba aja cek @ellizaefina. Kalo kamu mau wisuda, pesta, jadi bridesmaid, mau prewedding, mau dilamar, ato mo NIKAH, bisa tuh hubungin @ellizaefina. *ending-nya promosi* 😂
Sekian dulu cerita dari aku, guys!
See you on my next post!

Kamis, 22 Maret 2018

Dua Gelas Minuman

Katanya, kita harus menuruti kata hati.
Katanya, kita juga harus mementingkan akal pikiran.
Katanya, kita harus percaya intuisi.
Katanya, kita juga harus pandai menganalisa.

Namun, bukankah hidup ini tidak lebih dari senda-gurau belaka?
Lalu, untuk apa berpikir dan bertindak terlalu keras padahal semua sudah ada yang mengatur?
Ya, kita tidak boleh berpasrah semata.
Pun tidak boleh terlalu sungguh dalam apapun.

Semua kisah yang terjadi pasti ada alasan.
Segala peristiwa tidak berlalu begitu saja.
Apapun situasi dan kondisi yang ada pasti sudah ada jalannya sendiri.
Bagaimanapun atmosfernya memang sudah beralur demikian.

Aku bukanlah pemaksa.
Bukan juga pemasrah.
Aku bergerak mencari.
Tapi, aku juga diam menanti.

Sudahlah, kita nikmati sejenak minuman kita.
Biarkan waktu berlalu tanpa jeda.
Selama kau dan aku bersama.
Semua akan baik-baik saja.



Complete review of the beverages please kindly follow this link: Brix Coffee





di pojok cafe
sendiri
sedang teringat kamu yang di sana
22/03/2018 04.29 pm

Mamiku's Kitchen Klaten

Holaaaaaaa~
Haloooooo~

Kemarenan aku lagi kepengen banget cemal-cemil yang ringan tanpa harus merasa kekenyangan. Well, saat aku lagi scrolling through salah satu media sosial yang ngehits gelaaaaaaa, sebut saja Instagram, aku menemukan akun yang bikin aku senapsaran.
Dari postingannya sih terlihat menggoda gitu. Oleh karena itu, aku juga tergoda. *gampang tergoda emang sama makanan*

Akun ini namanya @mamiku_kitchen. Menu utama yang diunggulkan yaitu bakpia coklat lumer. Naaaaaahhhhh, gemanaa engga tergoda cobaaaaakk? Akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi kontak yang ada di bio IG tersebut. Terus order deeeehhh.
Bakpia Coklat
Judulnya Bakpia Coklat Lumer. Satu box gitu isinya ada 15 biji. Kulit bakpianya tipis, banyakan isinya ternyata, wkwkwk. Sekali gigit, coklatnya bener-bener tebel dan bisa lumer. Huwaaaaowwwww~
Satu box gini harganya 35K.
Packaging-nya sih yang menurutku kurang eye-catchy soalnya dari plastik gitu, dan di-staples di setiap sisinya, jadi kayak ribet aja. Aku lebih prefer wadah yang kayak kotak kardus gitu. Apa sih yak namanya? 😝
Bakpia Coklat Lumer
Kayak gitu tuh penampakannya kalo abis digigit. Tebel kan coklatnyaaaaaaaaaaa~
Superb!
Satu poin plus: nggak eneg! Jadi, kalo dimakan banyak-banyak gitu tetep enak aja rasanya. Tau-tau abis. Hahahh~
*rakus bin serakah* 😹

Varian bakpianya sendiri ada beberapa:
Bakpia Coklat Keju 40K
Bakpia Coklat Mete 45K
Bakpia Keju 43K

Selain bakpia, ada menu lain nih, yaitu pizza. Pizza kecil diharga 40K dibagi jadi 4 slices, pizza sedang diharga 65K dibagi menjadi 8 slices, dan pizza besar diharga 80K dibagi menjadi 10 slices. 🍕🍕🍕
Pizza Kecil
Aku order pizza kecil. Nyobain dulu. Rasanya sih so-so menurutku, kurang matang juga rotinya, mungkin karena terburu-buru manggangnya. Tapi, topping-nya lumayan lengkap. Ada smoked-beef, jagung, mozzarella, dan lain-lain. *males deskripsiin* 👽

Aku sih jauh lebih suka bakpianya. Enak. Murah. Cuma packaging-nya yang kurang menarik. Makanan kayak gini bisa banget dijadiin buah tangan kalo bepergian, jadi ngga cuma buat cemilan sendirian di rumah.
By the way@mamiku_kitchen ini based-nya di Jatinom, Klaten. Bisa juga mampir maen-maen ke rumah owner-nya, wkwkwk~

Segini dulu review kuliner dariku. See you on my next post, guys!

Sabtu, 17 Februari 2018

It Will Be Okay

Never doubt an intuition. Follow your heart but take your brain with you. Kinda joke but apparently not at all. In some particularly ways, you get what's yours, you deserve it. You cure, you love, you laugh, you lose, you learn, you win, you fall, you're in faith, you're in despair, you're in sorrow, you're in gladness. You're too much strong to handle the tortures. You're worth the wait. Every single thing seems easy to do, but when you face it, it'll never be the same again. It needs the goddamn strength, a freaking body persistence, and a great patience as hell. Sounds terrific, weird, chaotic, dumb, and scary at the same time. However, in the end, it'll all be okay.

Senin, 08 Januari 2018

Merry Riana's Quotes

Pada suatu sore hari yang gloomy, aku menemukan sebuah video. Video motivasi lebih tepatnya. And, you know what? Video ini merupakan video milik Merry Riana - salah seorang motivator Indonesia. Aku merasakan hatiku terketuk setelah menonton video ini. Tapi, yang lebih membikin mak dheg mak tratap yaitu kalimat-kalimat yang terkandung di dalamnya.
Kata-katanya terlalu bagus, aku tidak ingin membiarkannya hilang begitu saja. Oleh karena itu, aku catat di sini saja sebagai personal reminder-ku.
So, here we go.

Kamu nggak akan pernah bisa mendapatkan apa yang membuatmu bahagia kalau kamu terperangkap dengan masa lalu.
Kalau kamu ngotot ingin mengubah sesuatu yang sebenarnya mustahil untuk bisa kamu ubah, itu namanya kebodohan. Bodoh, sangat bodoh.
Kadang di hidup ini kita harus berani melepaskan untuk bisa mendapatkan sesuatu yang lebih baik.
Kamu harus berani. Berani untuk melepaskan masa lalumu.
Berani untuk melepaskan segala kepahitan, segala duka, segala cerita.
Bukan karena hal itu tidak penting. Tapi karena masa depanmu, tapi karena hidupmu jauh lebih penting.
Biarlah yang lalu berlalu karena yang lebih indah sudah menunggumu.
Mungkin kamu pernah bertanya-tanya.
"Kenapa sih hidup ini kok nggak adil banget?"
"Tuhan itu kok nggak adil?"
"Kenapa ini harus terjadi?"
"Kenapa harus saya?"
"Why me?"
"Why me?"
Memangnya cuma kamu aja yang pernah susah?
Setiap orang pun pernah merasakan yang kamu rasakan.
Kesedihan, kegagalan, keterpurukan.
Tapi itu bukan alasan. Itu bukan alasan untuk mengasihani diri.
Itu bukan alasan untuk menyalahkan keadaan.
Untuk apa? Nggak ada gunanya.
Hidup memang tidak selalu seperti yang kamu mau.
Tapi bagaimana kamu melihat dan menjalaninya itulah yang lebih penting.
Semua hal sulit harus kamu lalui.
Semua kekecewaan itu harus kamu rasakan.
Semua tangis itu harus ada untuk menjadikan kamu lebih kuat, lebih siap, lebih tangguh.
Jangan biarkan masa lalu menggerogotimu.
Jangan biarkan kesedihan kemarin merusak kebahagiaanmu.
Yang terjadi memang sudah terjadi.
Terima semua dengan lapang dada dan lihat ke depan.
It's time to move on.
It's time for you to move on.
Tidak peduli apa yang telah hilang dalam hidupmu, selama kamu masih mampu bersyukur kepada Tuhan, kamu tidak kehilangan apapun.
Hidup sedang menguji kamu.
Jangan diam saja!
Ayo bangun!
Ayo sadar!
Jangan sesali yang sudah pergi, jangan ditangisi yang sudah ada.
Bangkit, lihat, dan syukuri apa yang masih ada.
Hari ini bukanlah hari untuk menyerah.
Tapi hari ini adalah hari untuk mencapai semua cita-cita.
Selamat tinggal masa lalu.
Dan selamat datang hari yang baru.

Be nice, life.
Thank you, universe.
I'm so grateful to You, God.

Hujan Siang Hari

Terkadang sesuatu yang kita anggap menyebalkan justru menjadi berkah tersendiri di saat-saat tertentu.
Aku sangat benci dengan hujan, terlebih ketika aku punya rencana untuk beraktivitas di luar ruangan dengan frekuensi tinggi.
Kemudian, tiba-tiba hujan.
Byar!
Hancur semua rencana begitu saja.
Suasana hati menjadi tidak karuan.
Aku tahu, tidak sepantasnya aku mengutuki hujan.
Bahkan dianjurkan bagi kita untuk banyak-banyak berdoa dan berharap di saat hujan berlangsung karena hujan merupakan rahmat.
Hanya saja tingkat keimananku tidak setebal itu.
Aku masih saja beranggapan bahwa hujan adalah penghalang.
Namun, ada hal yang berbeda siang ini.
Hujan tetiba datang.
Membasahi halaman rumahku.
Dan spontan kuucapkan doa, kulantangkan harap.
Kepalaku berisik oleh keinginan-keinginan.
Di saat yang sama, hati terasa damai.
Sungguh.
Terkadang sesuatu yang kita anggap menyebalkan justru menjadi berkah tersendiri di saat-saat tertentu.

Rabu, 22 November 2017

Cuteness Overload - Chacha Milk Tea

Bahagia paling mudah didapatkan dari tawa. Sesederhana itu. Tertawalah. Salah satu hormon pemicu kebahagiaan dalam diri pun memancar secara otomatis. Iya. Tertawa. Seperti sore itu. Obrolan kecil tanpa jeda mengalun seirama dengan emosi positif yang membuncah. Dua gelas milk tea aneka rasa bertindak sebagai mediator - penengah tatkala kehabisan energi akibat saking bisingnya gagasan-gagasan di kepala yang telah diluapkan melalui kata dan kalimat - dalam dua jam percakapan. Waktu berjalan tanpa terasa. Waktu sudah habis pada akhirnya. Satu-satunya penghenti percakapan yaitu waktu sudah habis.
Green Milk Tea & Caramel Milk Tea
Minuman yang sesungguhnya sangat tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi. Kombinasi teh dengan susu bukanlah sesuatu yang tepat untuk diserap dalam tubuh. Terlalu banyak kalori. Namun, apalah arti kalori kalau perkara rasa sudah berbicara.
French Fries Original
Minum saja tidak cukup. Pasti ada cemilan sebagai kawan. Kentang goreng rasa original sungguh pilihan tepat. Jeda terbaik dalam sebuah percakapan adalah saat mengunyah makanan dan menenggak minuman. Setelahnya, percakapan kembali mengalir. Detik demi detik yang bergulir tiada akan terdeteksi. Semua terasa cepat. Dan, akhirnya pulang.

Selasa, 21 November 2017

A Piece of Sweet Afternoon - Calais

Setiap kisah kerapkali dihadirkan tanpa kata awalan, kata penunjuk, bahkan kata perintah. Ada segelintir cerita yang mengalir begitu saja ketika kita berada pada titik kulminasi, entah itu titik terendah atau tertinggi. Boleh jadi, memang semesta menyajikannya demikian, agar hati kita siap dalam menghadapi garis kehidupan selanjutnya. Kita tidak bisa menolak, memungkiri, dan menampik segala peristiwa yang telah terjadi. Tuhan beserta semesta bekerja sama untuk itu. Kita? Terima saja. Jalani saja. Hadapi saja.
Smoothies and Coffee
Ada satu titik yang tidak terdefinisi oleh akal maupun rasa. Disebutnya keajaiban. Dan aku menyebut itu kita.

Di sepanjang milisekon bergulir, berjumpa dengan ribuan manusia, berjibaku dengan milyaran kata demi kata, berelaborasi dengan partikel super kerdil tak kasat mata di mana pun berada, beradu emosi dengan peristiwa demi peristiwa, kalau memang sudah ditakdirkan untuk terjadi, maka terjadilah.

Dan, bila strawberry smoothies serta coffee milk tea telah bertukar cerita satu sama lain, manis pahit asam terasa sangat jelas di indera kita. Dan nyata, kita telah saling. Satu hal: kenapa baru sekarang?
Kemudian terjawablah: karena memang ini yang terbaik dan tepat.

Complete link to read the beverages: Calais Tea

Selasa, 31 Oktober 2017

4 Varian Menu Chinese Food di Best Western Premier Hotel Solo Baru

Hello!
How's life, guys? Semoga sehat selalu dan bahagia menyelimuti. \(^_^)/
Gimana nggak bahagia coba? Best Western Premier Hotel di Solo Baru baru-baru ini launching menu-menu khas Tionghoa. Chinese cuisine selalu jadi pilihan tepat untuk menu makan baik siang maupun malam hari. Hampir semua kalangan suka sama chinese food, mau itu tua-muda, anak kecil-(anak) dewasa, pria-wanita, menjadikan chinese food sebagai makanan favorit.

Aku termasuk salah satu di antaranya. Ya kalo aku sih kayaknya semua makanan aku favoritin yesss? Terbukti sebagian besar postingan di blog ini isinya seputar kuliner, makan-makan, jajan-jajan. *tukang makaaannnn*


Seringkali kalo mendengar chinese food kita ngerasa was-was untuk mengonsumsinya, terutama buat kaum Muslim. Tapi, kabar gembira datang dari Best Western Premier doooooongggg. Chinese food yang dibuat di sini 100% halal. Bumbu yang digunakan dan cara pengolahannya dijamin halal. Masakan ini diformulasikan oleh chefs handal yang berpengalaman meracik masakan halal dan tentunya cita rasanya nggak jauh beda dengan masakan-masakan khas negeri Tiongkok.
Biar nggak penasaran menu chinese food apa aja yang di-launching di Best Western Premier, langsung aja check these out!
Udang Shang-Hai
Ini masakan paling endeussssss menurutku, makanya aku taruh di urutan pertama, hahahahh. Ini adalah udang kipas. Udang digiling, abis itu dicetak terus dilapisi dengan tepung roti. Setelah itu, digoreng. Akhirnya menghasilkan sajian udang tepung yang crunchy. Daging udangnya pun legit. To be honest, aku bukanlah pecinta udang. Aku termasuk sebel sama segala jenis udang, karena kalau dimasak jadi ada bau-bau khas udang yang aku nggak suka. Tapi, udang shang-hai ini beda. Ngga tau kenapa kok bau-bau udangnya (yang menurutku sangat mengganggu indera penciumanku) itu sama sekali nggak ada. Yang ada, cuma enak. Enak sama doyan beda tipis sih. Rasanya gurih sampe ke dalem walaupun tepung pelapisnya cukup tebal. Begitu digigit, langsung kriiiuuuukkkk banget. Tersedia saus juga buat cocol-cocolan. Kita bisa menikmati seporsi udang shang-hai ini dengan harga 160K.
Gurame Lada Hitam
Pertama kali ngicip ini yang langsung aku rasakan: lada. Khas banget. Potongan daging guramenya nggak terlalu besar. Gurame yang di-fillet ini kemudian digoreng dipadukan dengan brokoli, lalu disiram dengan saus lada hitam pada saat penyajian. Rasanya manis, gurih, pedas (sedikit), dan teksturnya agak alot. Tapi, tenang. Nggak ada amis-amisnya sama sekali. Udah tersamar dengan berbagai bumbu penyedap rasa dan teknik memasak yang ciamik oleh chef yang udah expert tentunya. Seporsi gurame lada hitam ini bisa dinikmati cukup dengan harga 150K.
Salad Kombinasi
Pecinta salad, please come closer. Eh, tapi ini nggak sepenuhnya isi sayuran. Hihiii~
Ada tiga macam kombinasi: ikan ubur-ubur, bebek panggang, dan ayam chia-siu. Sensasi pertama saat mencicipi ubur-uburnya: dingin. Teksturnya sedikit alot dan ada rasa pahitnya sedikit. Ayam chia-siu gurih, sedikit asam, dan dagingnya legit. Yang paling aku suka dari menu salad kombinasi ini adalah bebek panggangnya. Gurih dan crunchy, matang sampai ke dalam. Seporsi salad kombinasi ini dihargai 175K.
Dimsum
Ada tiga macam isi dari salad dimsum ini, antara lain bakpao, siomay, dan pangsit. Aku cuma ngerasain siomaynya, soalnya udah kenyang. Dagingnya berasa banget dan tebel. Nggak terlalu gurih. Seporsi dimsum ini cukup dengan harga 150K.


Semua menu di atas merupakan hasil racikan chef ternama yang sudah berpengalaman bernama Tjan Chun Min alias Shifu A. Ming. Chef Ming ini sudah menjejakkan pengalamannya di bidang chinese cuisine di berbagai restaurant terkenal dan hotel berbintang yang ada di Surabaya dan Bali. Menurut chef Ming, keempat menu tersebut merupakan makanan ala carte yang menjadi menu andalan hotel.

Setiap hotel memiliki taste khas untuk masakan-masakan tertentu. Taste khas chinese food yang disajikan di Best Western Premier Hotel ini tentu tidak serta-merta menghilangkan taste khas chinese cuisine itu sendiri. Keep calm. Lidah nggak akan pernah bisa bohong.
Menu di atas bisa mencakup hingga delapan orang. Anyway, lokasi makannya nggak cuma bisa di resto aja, loh. (Tempo hari aku berkesempatan menikmati sajian masakan khas Tiongkok ini di Cafe Blue Garnet Best Western Premier). Bisa juga di pool dan lounge hotel. Pemesanannya bisa secara langsung atau reservasi terlebih dahulu. Buat yang pengen bungkus dibawa pulang, tenang shayyyyy. Nggak usah ribet dateng ke hotel. Ada go-food, jadi tinggal hubungin aja, makanan akan tiba di rumah. Beres.
Segini dulu ulasanku mengenai chinese food yang ada di Best Western Premier Hotel. Jangan lupa mampir baca-baca postinganku yang lain, yahhhh. Banyak waktu luang kok, silakan dibaca-baca. Udah, nggak usah bohong. Banyak waktu luang, khaaannnnnnnnnnnn? Nah, keep reading, guys.


Baca Juga: Papringan Cafe Klaten

Sampai jumpa!

Sabtu, 28 Oktober 2017

Sejenak Mengingat Masa Itu (Oleh-Oleh Expo Alat Peraga di GOR UNY Jogja)

Pernahkah kamu mengalami sesuatu yang begitu berkesan dalam hidupmu sampai-sampai kamu merasakan dadamu sesak, pikiranmu terbawa, dan rentetan peristiwa itu berulang-ulang terbayang di otakmu? Pastinya pernah, ya. Aku pun begitu. Entah ini perasaan yang terlalu berlebihan atau apa, tapi bagiku hal ini membuncah luar biasa dan tidak ada tandingannya. Sekali seumur hidup.

Suatu hari, aku mendapatkan sebuah chat dari seorang adik tingkatku. Dia – atas nama para dosen – meminta izin untuk menampilkan produk penelitian pengembanganku yang berupa alat peraga (yang dulu aku hasilkan untuk menempuh jenjang sarjana) di sebuah expo alat peraga yang diselenggarakan di GOR UNY Jogja. I was so excited and I let him did his job. Aku pun turut diundang untuk menghadiri expo itu. Yah, sekadar jalan-jalan, nonton-nonton, juga nggak masalah, pikirku.

Rabu, 4 Oktober 2017 aku datang di acara itu. Satu hal yang tebersit di otakku saat itu: bukan main ramainyaaaaaaaaaaaa! Ternyata peserta expo ini banyak bangeeeettttt! Dari banyak universitas, sekolah, bahkan kabupaten di provinsi sebelah. Objek yang ditampilkan pun bervariasi. Ada alat peraga, media lain, produk khas daerah, produk inovasi, dan sebagainya. Aku juga berkeliling untuk melihat-lihat. Tapi, teteeeeuppp, fokus utamaku di stan tempat alat peragaku ditampilkan.
Stan
Di sinilah dia berada. Aku menghampiri stan ini yang ditunggui oleh beberapa mahasiswa Teknik Industri UIN Sunan Kalijaga. Ya ngobrol-ngobrol, lihat-lihat, berinteraksi lah layaknya manusia normal. Wkwk~
Di sini aku memuaskan hasrat terpendamku, rindu terdalamku, dan bahagia tanpa eksklamasi kepada sebuah benda *halah*.
Benda bukan sembarang benda. Ini benda bersejarah, bernilai tinggi, dan tidak tergantikan. Ia menjadi saksi bisu perjuangan hidup-matiku, sedih-senangku, tawa-tangisku, dan letih-riangku di kala aku menjalani hari-hari sebagai seorang mahasiswi semester akhir yang berikhtiar untuk menyelesaikan jenjang pendidikan sarjana di sebuah perguruan tinggi negeri. Sejenak, aku kembali mengingat masa itu, kembali ke masa-masa hidupku dikepung oleh S K R I P S I, kembali ke tahun 2014.


Hello, there.
Tema penelitianku adalah pengembangan media untuk siswa tunanetra. Media yang aku kembangkan ini berupa alat peraga sistem tata surya. Media lainnya berupa rekaman materi sistem tata surya (untuk diperdengarkan kepada siswa tunanetra sehingga dapat membantu mereka memahami konsep) dan lembar thermoform untuk penjelasan materi lebih lanjut.


Namun, alat peraga yang ditampilkan di sini hanya alat peraga utama, yaitu satu papan kayu yang berisi delapan planet. Oke, semesta jadi sempit rasanya kalau digambarkan dengan sebilah papan kayu. Alat peraga ini didesain semirip mungkin dengan kondisi asli alam semesta raya ini, meskipun nggak presisi-presisi amat, at least mendekati aslinya lah.
Alat peraga ini dibuat dari kayu sonokeling. Kenapa sonokeling? Karena kalau kayu jati, aku harus jual ginjal dulu buat bayar kayunya. Mahal gilaaakkk, coy!!
Alhasil, tiada jati, sonokeling pun jadi. Yang penting awet koyo hubunganmu karo deknen senajan endinge kandas.
Hayoooo, planet apa aja itu?
Overall, kualitas kayunya bagus. Udah tiga tahun lebih tapi masih kokoh dan kinclong. Yang nggak awet itu keterangan berupa tulisan Braille yang aku buat di mika. Tulisan Braille-nya sebagian besar udah rata, nggak timbul-timbul lagi. Ya gimana? Saat itu aku mikirnya kira-kira bahan apa yang mudah digunakan untuk menuliskan tulisan-tulisan Braille dengan reglet dan pen (alat untuk membuat tulisan Braille). Satu-satunya yang terlintas cuma mika *mikir instan, ngga mau ribet*.
Jadi, yaudahlahya~
Wolesin ajaaa~
Penawar rindu adalah temu.
Quote yang sungguh --hak deszhhh--.
Ternyata aku kangen sama alat peraga itu. Begitu ketemu, ehhhhh, hati rasanya kayak abis diguyur air es bergalon-galon. Nyessssss banget.
Bisa lihat-lihat, pegang-pegang, terus kayak mo nangis aku tuuuuuuhhhhh keinget jaman-jaman dulu susah-payah ngerjain ginian. Kalo urat maluku udah lepas, rasanya mo aku peluk terus aku bawa pulang itu alat peraga.

Aku bikin dua paket alat peraga itu. Satu paket buat sekolah, satunya lagi buat kampus. Nah, yang dipamerin di Expo ini alat peraga yang disimpen di kampus.
Hadeeeehhh, sungguh. Otakku serasa jalan-jalan ke dimensi lain dan menetap di tahun 2014 saat aku sedang menjalani penelitian. Aku bikin tulisan komplitnya juga, loh. Coba aja klik di sini.


Si adik tingkat yang udah mengontakku (batik merah)
Terima kasih sedalam-dalamnya kusampaikan untuk si adik tingkat, dosen pembimbing skripsiku yang masih keep in touch hingga detik ini tapi belum sempat ketemu (I miss you so much, Miss W), dosen-dosen lainnya yang sudah mewariskan ilmu kepada gadis-yang-selalu-merasa-salah-jurusan ini, dan semua pihak yang telah berkongsi dengan semesta untuk mempertemukanku kembali dengan alat peraga berjuta kenangan ini.
God bless you all.
Baik-baiklah mencipta kenangan di saat ini. Kelak di masa depan, kamu akan menengok masa lalumu dan berkata, "Ya, aku pernah di sini." seraya tersenyum simpul dan menyampaikan limpahan rasa syukur berikut terima kasih kepada Tuhan - Sang Perancang Semesta Raya.
 See you on my next post, guys.